Monday, August 01, 2011

Jajal Spark ke Palembang

Berikut foto-foto perjalanan dari Lampung ke Palembang menggunakan Spark 800cc.
JAKA BARING, markas Sriwijaya FC
Image and video hosting by TinyPic

Taman Kambang Iwak Palembang,
Image and video hosting by TinyPic

Restoran Pagi sore, tempat mampir favorit untuk angkutan travel dan bus
Image and video hosting by TinyPic

Hotel. Lihat penampakan spark dibandingkan dengan Suzuki Splash, Honda Jazz, Innova.
Image and video hosting by TinyPic

Dealer. Mampir di dealer Chevrolet palembang
Image and video hosting by TinyPic

Konsumsi BBM untuk perjalanan Lampung - Palembang 1:17. Supir + 1 penumpang. AC off 90%.Perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 10 jam, berangkat jam 5.30 pagi sampai di Tegineneng pukul 15.30. Dengan waktu istirahat 2 kali, sarapan di restoran pagi sore dan makan siang di Unit II. Sekali isi bensin di simpang Pematang

Monday, March 14, 2011

Istilah - istilah diseputar Lampung

Tiga tahun lalu ada kejadian unik yang masih teringat sampai sekarang, sewaktu pertama kali masuk kerja di daerah lampung. Pada saat itu kami (3 orang) sedang merakit Cylinder head, setelah beberapa lama cylinder headnya siap untuk diangkat. Karyawan senior berbicara kepada saya,
"Din, cantolin talinya!" sambil menunjuk sling kain.
Otakku langsung berpikir keras, "CANTOLIN". Maksud bapak ini apa? Ada sekitar beberapa detik aku terbengong-bengong. Untung bapaknya memberi isyarat tangan. Akhirnya ngerti juga kalo maksudnya sling kain itu di pasangkan pada pengait crane.

Kejadian lainnya, waktu disuruh ngambil "batrei" di ruang tool. Pikir ku batrei yang dimaksud adalah battery yang biasa dipakai untuk radio atau flash light (senter). Setelah lama mencari di ruangan, tidak ada satupun battery yang kulihat. Setelah bapaknya memberi penjelasan baru ngerti klo "batrei" yang dimaksud adalah flash light (senter).

Seiring berjalannya waktu, ada beberapa istilah yang saya dapatkan, diantaranya :
1. Ayu, maksudnya kakak perempuan
2. Travel, kirain tempat jual tiket pesawat. Ternyata angkutan antar kota
3. Kresek, maksudnya kantung plastik
4. Buka plastik. Maksudnya beli baru
5. Orang kita. Maksudnya pribumi asli
6. 12. Klo tanya harga, penjualnya hanya ngasih angka didepannya. maksudnya Rp. 1.200.000,-
7. Demon. Maksudnya demonstrasi
8. Sepan. Maksudnya celana panjang
9. Kamorang. Maksudnya kalian
10. ......(akan diup date klo ingat)

Setiap daerah memang memiliki istilah yang berbeda-beda untuk menyebutkan sesuatu. Tidak ada masalah dengan hal tersebut dan tidak perlu dipermasalahkan, yang penting kita bisa beradaptasi dan menghormati adat istiadat orang lain. Seperti pepatah - dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Sunday, December 12, 2010

Catatan Semi Overhaul Sulzer 12 ZV 40/48

Semi overhaul (SO) merupakan suatu rangkaian kegiatan pemeliharaan pada mesin Diesel dengan menggunakan rentang waktu 12.000 jam kerja. Lingkup pekerjaan SO adalah :

1. Pembersihan Cylinder head dan Generator. Pada Cylinder head, spare part yang diganti adalah Landing Seat, valve exhaust dan Inlet, seluruh O-ring dan Injector. Biasanya part-part tersebut hanya diganti 50% saja, lainnya masih memakai exsisting.

2. Pembersihan Auxiliary

3. Pengecekan Crank Pin Bearing sebanyak dua buah. Crank pin bearing yang di cek adalah crank pin bearing yang dicurigai mengalami kerusakan, biasanya ditandai dengan temperatur bearing yang lebih tinggi dari lainnya. Apabila crank pin bearing yang di cek mengalami cacat maka dapat diganti dengan bearing yang baru.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemeriksaan material yang akan masuk ke gudang. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar material yang masuk gudang tidak salah;

1. Untuk Crank pin bearing. Periksa dengan menggunakan micro-meter ketebalan bearing. Hal ini diperlukan karena mesin Sulzer 12 ZV 40/48 memiliki beberapa tipe Con-rod diantaranya tipe 583 dan 992 G . Nomor part tidak menjamin pesanan bearing kita sesuai. Seperti halnya mobil dan sepeda motor, mesin pembangkit juga mengalami perubahan model dari tahun ke tahun walaupun sebagian besar spare partnya dan nomor partnya sama, namun beberapa part telah mengalami perubahan dimensi.

2. Holder Injector. Ambil satu sampai tiga sampel untuk memastikan keaslian holder. Beberapa holder mungkin saja hasil rekondisi. Tips untuk memeriksanya adalah perhatikan ujung mata holder, apakah terdapat alur bekas pengerjaan? perhatkan juga apakah terdapat jelaga pada matanya, biasanya barang rekondisi meninggalkan bekas walaupun sangat sedikit dan sulit terlihat dengan mata. Kemudian perhatikan keseluruhan badan holder, barang asli pabrikan tidak memiliki alur bekas pengerjaan mesin. Untuk mendapatkan hasil yang baik, pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan disiang hari.

3. Pin Holder. Sebaiknya pada Bill of material dicantumkan panjang dan diameter pin holder, hal ini untuk menghindari kesalahan pengiriman barang. Pin holder walaupun nomor partnya sama, namun dapat tertukar dengan injektor dari generasi mesin yang lain.

4. Ring Piston Starting valve. Sebaiknya pada Bill of material juga dicantumkan diameter ring piston, hal ini untuk menghindari kesalahan pengiriman barang. Ring piston strating valve walaupun nomor partnya sama, namun dapat tertukar dengan injektor dari generasi mesin yang lain.

5. Spare part lainnya adalah O-ring. Semua O-ring yang part utamanya dibuka, sebaiknya diganti dengan yang baru. Tidak disarankan untuk memakai O-ring existing

Panel Control Room
Image and video hosting by TinyPic


Exitacy 6,3 KV
Image and video hosting by TinyPic
600 rpm
Image and video hosting by TinyPic

Setelah pekerjaan SO selesai, maka seperti biasa dilakuakan Commisioning sebelum mesin dinyatakan standby dan siap masuk sistem. Beberapa tahapan commisioning sebagai berikut;

1. Melakukan tes kebocoran baik pada sistem air pendingin, bahan bakar, pelumasan, dan udara masuk. Kebocoran-kebocaran yang terjadi harus diperbaiki.

2. Mesin di Start dan running pada 300 rpm selama 15 menit. Kemudian dilakukan tes proteksi Oil Mist Detector (OMD), pada alarm akan muncul higt temperatur bearing. Bila bekerja dengan baik, mesin akan trip.

3. Mesin distart dan running pada 500 rpm selama 15 menit. Kemudian dilakukan tes proteksi Low press Lube Oil. Bila proteksi ini bekerja dengan baik, maka mesin akan trip.

4. Mesin di start dan running pada 600 rpm selama 15 menit. Kemudian dilakukan tes proteksi Low Press Jacke Cooling Water (JCW). Bila proteksi bekerja dengan baik, maka mesin akan trip.

5. Mesin di start kembali dan running pada 600 rpm selama 15 menit. Kemudian dilakukan tes Emergency Stop. Bila sistem emergency stop bekerja dengan baik, maka mesin akan trip.

6. Setelah tes proteksi maka dilakukan tes exitacy. Mesin di start kembali kemudian diberi tegangan exicaty secara manual dengan tahapan dari 1 kV, 2 kV, 2.5 kV, 3 kV, 3.5 kV, 4 kV, 4,5 kV 5 kV, 5,5 kV, 6 kV dan 6.3 kV. Setiap kenaikan diberi selang waktu 5 menit. Pengetesan ini bertujuan untuk memantau normal tidaknya kenaikan temperatur winding generator.

Menyusun daftar spare part Overhaul Pembangkit Hidro

Menyusun spare part pembangkit hidro, pada prinsipnya sama dengan pembangkit diesel. Namun karena jumlahnya lebih sedikit dan relatif baru maka acuan yang digunakan tidak sebanyak diesel. Kebutuhan spare part overhaul pembangkit hydro disusun berdasarkan atas pekerjaan yang dilakukan. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menyusun spare part :
1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuka gambar besar potongan dari generator sampai ke turbin.
2. Setelah itu urutkan dari atas (generator) part-part yang akan dibongkar.
3. Catat semua part yang akan rusak/cacat apabila diadakan pembongkaran.
4. Catat semua O-ring dan material non-logam yang ikut terangkat dalam pembongkaran.
5. Catat part-part yang bergerak. Part yang sering bergerak akan mengalami aus pada bagian bushing sehingga perlu diganti. Beberapa tipe bushing menggunakan self lubricating, sehingga hanya perlu mengganti self lubricatingnya saja.
6. Perhatikan hasil laporan Annual Inspection dan General Inspection apakah ada catatan khusus terutama pada bagian turbin yang mengalami korosi.
7. Karena jangka waktu overhaul relatif lama (8 tahun) maka baut kopling turbin dan generator ‘biasanya’ tidak perlu diganti.
8. Komparasi spare part yang ada digudang. Biasanya vendor meninggalkan 1 set spare part utama untuk satu kali overhaul.
Beberapa pembangkit hydro yang berumur tua sudah tidak memiliki lagi spare part dipasaran, tidak ada salahnya bila pengelolanya tersebut dapat membuat/memesan pada produsen lokal part-part yang obsolote.

Monday, November 15, 2010

COMMISIONING : TOP OVERHAUL SULZER 12 ZV 40/48

Setelah selesai pekerjaan Top Overhaul (TO), mesin pembangkit wajib dilaksanakan commisioning. Tahapan commisioning untuk pekerjaan TO relatif sedikit bila dibandingkan dengan pekerjaan Majar Overhaul. Hal ini disebabkan kerena pekerjaan TO “hanya” mengangkat/membersihkan dan mengganti komponen Cylinder head. Terutama spare part Injictor, valve. Pekerjaan lainnya berupa pembersihan oil cooler dan cleaning generator.

Tahapan comminsioning diantaranya :
1. Test running, dengan putaran 300 rpm selama 5 menit. Di tripkan dengan menguji Oil Mist Detector (OMD). OMD mengindikasikan temperatur yang tinggi pada ruang carter sehingga menimbulkan asap pada ruang carter. Pengujiannya dilakukan dengan memberikan asap buatan pada saluran yang menuju OMD.

2. Test running 400 rpm selama 5 menit, lalu di tripkan dengan indikasi Lube oil pres Low. Lube oil press low dapat dilakukan dengan membuka pipa lube oil sehingga tekanannya dapat berkurang. Hal ini dilakukan untuk melihat berfungsi atau tidak proteksi lube oil press low.

3. Test running 500 rpm selama 5 menit, lalu di tripkan dengan indikasi Jacket Cooling Water (JCW) pres Low. JCW press low dapat dilakukan dengan membuka pipa lube oil sehingga tekanannya dapat berkurang. Hal ini dilakukan untuk melihat berfungsi atau tidak proteksi JCW press low.

4. Test running 600 rpm selama 5 menit, lalu di tripkan dengan Emergency Stop. Hal ini dilakukan untuk menguji Emergency stop.

5. Test Excitacy. Dilakukan pada putaran 600. Excitacy dinaikkan secara manual dari 1,5 kV; 3 kV; 4,5 kV; 5,5 kV dan terakhir pada 6,3 kV. Setelah itu ditripkan dengan indikasi JCW High Temperature.

6. Test Paralel. Mesin kembali dijalankan pada putaran penuh (600 rpm). kemudian setelah 10 menit diparalel dengan sistem.

7. Setelah paralel mesin dibebani secara bertahap dengan beban 25 %, 50 %, 75 % dan 100 %. atau dengan beban 1,5 MW; 3 MW; 4,5 MW dan 4,8 MW. Kenaikan beban dilaksanakan dengan selang waktu satu jam, sambil memperhatikan kondisi mesin (visual, audio, dan mencatat parameter-parameter operasi lainnya). Hal lain yang perlu dilaksanakan adalah pengambilan data menggunakan PREMET XL.

Pada tahapan commisioning kadang timbul kendala dilapangan, seperti kebocoran pipa-pipa. Kebocoran bisa berasal dari oli, HSD, air pendingin dan gas buang. Kendala tersebut berakibat pelaksanaan commisioning berlangsung cukup lama (12- 15 jam).

Demikian tahapan commisioning yang dilakukan untuk pekerjaan Top Overhaul mesin Sulzer 12 ZV 40/48. Mohon saran dan kritiknya bila ada kekeliruan pada tulisan ini.

Thursday, September 02, 2010

First car: CHEVROLET SPARK

Di postingan kali ini saya akan membahas chevrolet spark (versi yadin) setelah memakai hampir 3 bulan.Setelah hampir 4 bulan mencari/berburu mobil City Car di Bandar Lampung, akhirnya tanggal 29 Juni 2010 saya mendapatkan barang yang cocok dikantong dan kebutuhan.
Awalnya saya tertarik dengan Cherry QQ karena harga dan modelnya yang keren, namun karena disini tidak ada dealernya maka saya urungkan niat.Kemudian hati sempat berpindah ke KIA Visto, Picanto dan Hyundai ATOZ karena disini juga tidak ada dealer resminya maka niat saya urungkan juga. Sempat ada niat untuk ambil di Mangga Dua, namun karena waktunya mepet (sabtu-minggu) akhirnya batal juga.

berburuVisto
Image and video hosting by TinyPic

Berburu Chevrolet spark di Lampung bukan perkara mudah, karena populasinya yang minim. Berkat kegigihan mencari via Radar Lampung dan mencari alamatnya via google map, saya akhirnya menemui pemiliknya untuk bertransaksi.
Setelah bertransaksi di Bank Mandiri, akhirnya Spark Biru dibawa pulang dan langsung di inapkan di garasi rumah. Belum sampai sehari akinya jadi tekor, ternyata setelah dibawa ke rumah tuas lampu serinya lupa di off-kan. Jadi lampu besar, lampu seri dan AC tidak otomatis mati walaupun kuncinya sudah dicabut. Dasar katrok
Seminggu di rumah,mobil langsung di masukkan ke Bengkel Resmi untuk pengecekan keseluruhan dan ganti oli. Ada beberapa item yang diganti diantaranya filter udara, filter oli, oli mesin dan oli gardan. Sedangkan part yang dibersihkan diantaranya distributor, busi, filter bensin. Setelah service yang menghabiskan dana Rp 800ribuan, tampaknya ada perubahan pada suara mesin. Mesin spark biru menjadi lebih halus, bahkan nyaris tak terdengar bila dikeramaian. Kadang-kadang saya tidak tahu kalau mesinya mati dijalan karena tidak ada perbedaan saat mesin langsam atau mati.
SERVICE PERTAMA DI BENGKEL RESMI
Sebenarnya belum saatnya ganti oli karena baru dipakai 1000an km, namun karena oli yang dipakai kayaknya kurang populer dan banyak komentar miring di forum-forum otomotif akhirnya saya minta ganti. Kalau oli gardannya memang harus diganti, karena kondisinya sudah seperti susu. Pengalaman saya di PLTD, oli yang berwarna putih susu menandakan sudah terkontaminasi dengan air.

Oli gardan dan mesin
Image and video hosting by TinyPic

Ganti oli mesin
Image and video hosting by TinyPic

Karena ini mobil pertama, saya belum bisa membandingkan dengan mobil lainnya. Namun secara keseluruhan puas memakai mobil ini, selain irit mobil ini juga terkesan ekslusif karena populasinya yang minim di kota ini. Sang pemilik lama masih memakai Chevrolet Spark tapi keluaran yang terbaru.

Mobil ini lebih banyak dipakai malam minggu, karena kantor dan rumah sebelah-sebelahan. Rencananya habis lebaran ini mau dibawa ke Bandung, sekalian uji nyali di tol. Mudah-mudahan tidak nyasar.

Image and video hosting by TinyPic

Saturday, August 21, 2010

Review Minerva R 150 SE

Review Minerva R 150 SE
Sudah 17 bulan si mimin menemani perjalanan hidupku. Telah banyak suka duka yang kami alami bersama (nanti aq ceritain satu persatu). Awal perjumpaan kami pada bulan januari 2010, kebetulan saat itu ada uang lebih sehingga berhasil aku meminangnya.
Dari 17 bulan kebersamaan kami, ada beberapa catatan untuk motor ini :
1. Harga murah di bandingkan motor sejenis (15,5 jt “cuman” beda 1 juta dgn motor bebek).
2. Modelnya keren (ini penilaian subyektif). Awal kemunculannya, banyak orangyang tanya apalagi tiap parkir atau ke bengkel. Sempat ada dua orang yang nyamperin buat tanya dealernya untuk Bandar Lampung.
3. Motornya irit (1 : 30) untuk pemakaian dalam kota bandar lampung, bawaan stop and go. Ngebut klo ada yg ngajak ngebut.
4. Relatif enak dibawa keluar kota. Tiap bulan diajak PP ke PLTA Besai 175km dari Bandar Lampung atau klo gak ke PLTA Batutegi 90an km dari Bandar Lampung. Berhubung sekarang banyak begal, maka untuk perjalanan dinas lebih aman pakai mobil kantor.
Kawasan PLTA Besai
Image and video hosting by TinyPic

Gunung Sugih
Image and video hosting by TinyPic

5. Pernah sekali dibawa ke Bandung (solo-touring). Baru nyampe Serang tuas persnelan bermasalah, ternyata klem pengikatnya lepas dijalan...akhirnya ganti baru di Dealer Minerva Serang. Setelah itu alhamdulillah perjalanan lancar gak ada hambatan apapun, tanjakan puncak Bogor pun bisa dilahap dengan mudah. Rute yang dilewati Bandar Lampung – Bakauheni – Merak – Serang – Pandeglang – Bogor – Padalarang – Bandung.
6. Hampir tiap bulan dibawa touring sama teman2 minerva ke Kalianda Resort, Way Kambas, Padang Cermin dan Klapa Rapat. Satu halnya yg aku suka sama motor ini, yaitu selalu jadi pusat perhatian. Mungkin karena populasinya yang kurang. Sebagai gambaran, klo kita jalan keliling kota.....untung banget klo ketemu satu biji motor ini.
Bersama komunitas minerva Lampung
Image and video hosting by TinyPic

7. Motor ini sebenarnya murah perawatannya, tp emang dasar hobinya ngutak-ngatik motor ludeslah 4 jutaan. Yang penting hati puas, dan gak merugikan org lain. Modif Full fairing ala Ducati Stoner, Ganti belakang jadi 130, depan 110, CDI dan Koil XP, Karbu PE 28, bobok knalpot dll.
Foto modif jadi Ducatinya Stoner
Image and video hosting by TinyPic

8. Namanya motor pasti pernah tabrakan. Sekali nyerempet motor... goyang dan akhirnya masuk selokan. Muka dan dada sempat membentur tembok selokan, tp karena pake helm full face kepalanya gk papa. Dadanya di rontgen buat jaga-jaga akibat benturan. Shockbreak dan segitiga miring, akibatnya shock depan jadi gak enak.
Kondisi motor abis tabrakan, stiker dicopotin semua
Image and video hosting by TinyPic

9. Motor ini pernah sekali turun mesin pada , akibat bearing (klahar bambu) pecah April 2010. Penyebabnya belum diketahui; katanya sih karena telat ganti oli. Klo menurut penilaianku sendiri, penyebabnya karena motor ini terlalu lelah; hampir tiap hari diajak ngebut + selalu diajak keluar kota. Gejalanya; kick stater turun sendiri klo lagi jalan. Akhirnya diganti pake bearing yang bagus. Sekalian ganti plat kopling Daytona Tiger dan Supra 125.
Foto posis bearing yang pecah
Image and video hosting by TinyPic

10. Berhubung sudah ganti plat kopling maka untuk mencari posisi netral jadi mudah walopun lagi dilampu merah. Rekomended ganti plat kopling.
Bengkel langganan buat korek mesin
Image and video hosting by TinyPic

11. Spedometer mati pada April 2009. Spedo meter dua kali diganti pake RX-King tapi akhirnya mati jg. RPM meter diganti pake after market....mati juga
12. Aki diganti Juni 2009, mulanya gak bisa pake stater tangan. Setelah diganti aki, masih gak mau juga, ternyata pengapiannya yg gak beres. Solusi cuman ganti busi. Aki terlanjur di beli Rp 205.000,- padahal aki lama sepertinya masih bagus.
Demikianlah suka duka pake motor ini, semuanya saya tulis apa adanya. Gak dibuat-buat...sueer saya lagi puasa. Mohon maaf klo fotonya burem, coz pake kamera HP Nokia 3120 Classic.
Motor murah tapi gak murahan.
KEEP RIDE WITH PRIDE

Wednesday, November 11, 2009

Minerva ke Way Kambas

Blum lengkap rasanya klo sudah tinggal di Lampung tapi belum mengunjungi Taman Nasional Way Kambas. Postingan kali ini mau mengungkapkan perjalanan kami ke Taman Nasional tersebut.

Taman Nasional Way Kambas berada pada Kab. Lampung Timur. Untuk mencapainya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan menggunakan sepeda motor. Adapun rute yang kami lalui adalah : Bandar Lampung - Natar - Kota Metro - Sukadana - Lintas Timur - Way Kambas. Rute tersebut merupakan rute yang paling dekat, karena sebenarnya ada rute yang lain, yaitu dari Bandar Lampung - Lintas Timur. Namun rute ini kurang disukai karena selain jauh, juga rawan kejahatan.

Taman nasional ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal pada hari-hari libur, oleh sebab itu taman nasional ini dilengkapi dengan Plaza, Taman, Kedai Makanan, WC Umum dan Musholla sebagai sarana penunjangnya.

Bagi anda yang mempunyai niat berkunjung ke sini dengan menggunakan motor, sebaiknya memperhatikan kondisi tunggangan anda. Karena selama perjalanan sangat sedikit ditemui bengkel, terutama didaerah Sukadana. Selain bengkel, SPBU juga jarang kita temui di daerah Sukadana. Jadi sebaiknya isi full tangki bahan bakar anda sebelum berangkat.

Berikut foto-foto perjalanan kami:

Image and video hosting by TinyPic
Pintu masuk Taman Nasional Way Kambas

Image and video hosting by TinyPic
pintu masuk Pusat Konservasi Gajah

Image and video hosting by TinyPic
Mampir shalat ashar di Mesjid Raya Metro

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic
Nampang dulu ah...